Athanasia de Alger Obelia, satu-satunya putri sah Kekaisaran Obelian, membangkitkan kenangan akan kehidupan sebelumnya; dari sana, ia melihat masa depan di mana ia mati di tangan ayahnya, Kaisar Claude. Meskipun tatapannya penuh kasih sayang kepada kakak perempuan Athanasia, Jennette Margarita, ia hanya memandang Athanasia dengan acuh tak acuh dan meninggalkannya dalam kerinduan yang mendalam akan cintanya.
Untuk menghindari nasib yang menantinya, Athanasia yang masih bayi memutuskan untuk melarikan diri dari istana ketika ia dewasa dan, sementara itu, menghindari pertemuan dengan ayahnya dengan segala cara. Namun, jalan mereka bersilangan bertahun-tahun sebelum takdir, dan Athanasia yang masih muda mendapati dirinya berada di bawah belas kasihan keinginan Claude yang tampaknya tak menentu. Namun satu-satunya emosi yang ia harapkan, apati, tak pernah terpancar di wajahnya. Dengan seorang ayah yang kini menganggap keluarganya, Athanasia berusaha untuk tumbuh menjadi putri mahkota yang pantas—tetapi visi suramnya mungkin masih akan menjadi kenyataan.









