Dalam sebuah ritual, Sang Dewi menganugerahkan “kelas” kepada anak-anak berusia 10 tahun yang akan membentuk seluruh masa depan mereka. Sebagai putra dari Putri Pedang legendaris Fara dan Penyihir Agung Leon—dua individu dengan peringkat tertinggi di kelas mereka masing-masing—Arel tampaknya ditakdirkan untuk menjadi hebat. Sayangnya, ia dicap sebagai orang yang tidak memiliki kelas dan karenanya tidak dapat mewarisi keahlian tertentu secara alami.
Namun, Arel segera menyadari bahwa ia dapat meniru kemampuan kelas apa pun yang diinginkannya—meskipun hal itu membutuhkan usaha yang jauh lebih besar daripada yang dibutuhkan orang yang berbakat secara alami. Bersemangat untuk menguji kemampuannya yang belum pernah ada sebelumnya lebih jauh dengan menemukan lawan yang lebih kuat, Arel bertekad untuk menentang batasan yang diberikan kepadanya dan membuktikan bahwa kegigihan dapat melampaui bakat yang diberikan oleh dewa sekalipun.









